Pages

Kamis, 30 Mei 2013

Cerpen : Aku Ikhlas Melepasmu


Aku Ikhlas melepasmu



 Sikap dan sifatku seringkali menyakiti dan merugikan orang lain, kebiasaan burukku yang suka marah-marah dan keluyuran membuat orangtua dan saudara-saudara ku membenciku. Aku selalu mengabaikan nasehat mereka, aku juga sering melawan ibu dan ayahku. Bagiku temanku it`s number one,  kemanapun aku pergi selalu bersama mereka. Keluargaku terutama abangku seringkali memarahiku, hanya karena aku bergaul dengan mereka. Mau bagaimana lagi, ini bukanlah sepenuhnya salahku, ini semua disebabkan karena keluarga yang gak pernah meluangkan waktunya kepadaku. Untuk bertatap muka secara langsung saja itu sangat jarang sekali, mereka sibuk dengan kegiatan mereka sendiri hingga mereka harus mengorbankan aku. Dan sekarang giliran aku berteman dengan mereka, aku selalu dimarahi dan dilarang. Aku sendiri tidak tahu bagaimana jika aku tidak mengenal mereka, dengan keadaanku seperti ini. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku, mereka hanya mahir dalam menasehati tapi mereka gak akan pernah mengerti apa arti kekeluargaan yang sebenarnya.
Semakin keluargaku melarang, semakin aku tidak perduli dengan omongan mereka. Karena menurutku mereka hanya bisa berbicara dan sedikitpun mereka tidak  pernah peka terhadap keadaanku. Mereka juga tidak  pernah berpikir kenapa aku bisa menjadi seperti ini!                                
       Tapi semenjak alya masuk kedalam hidupku, aku merasa hidupku semakin berwarna. Apalagi kini sikap burukku semakin berkurang setelah aku mengenal alya. Ia selalu mengingatkan aku dan teman-temanku dan bukan hanya itu, ia juga mampu menaklukkan hati teman-temanku. Bagaimana tidak, kata-katanya yang lembut dan santun serta bijaksana membuat  aku dan teman-temanku tidak berani membantah ataupun meragukan kebenaran atas ucapannya itu. Dialah  satu-satunya  wanita yang dapat menggugah hatiku, kata-katanya yang santun dan penuh makna itulah yang membuat hatiku luluh hingga aku harus merasakan jatuh cinta untuk yang pertama kalinya. Dari sekian kata-katanya yang menggugah hatiku, salah satu kata-katanya yang menyadarkan aku adalah “ lakukan yang terbaik buat dirimu, jangan sia-siakan hidupmu karena hidup hanya sekali dan waktu tidak akan pernah kembali” .Tapi biarpun aku jatuh cinta kepadanya, aku gak ingin bila antara aku dan dia nantinya ada yang terluka. Sebelum aku tahu benar tentang perasaan dia, aku gak akan mengatakan perasaanku kepadanya.
Wajahnya yang rupawan dan kata-katanya yang santun sangat menentramkan hatiku, jika aku ditugaskan untuk melukiskan tentang dirinya, pasti itu adalah pekerjaan yang sangat berat. Karena semua yang ada padanya, tidak akan bisa di lukiskan sebab kebesaran Allah dalam menciptakannya hampir sempurna, meskipun manusia dikatakan tidak ada yang sempurna tapi sampai saat ini aku belum menemui celah ketidaksempurnaan dari dirinya.
Sampai saat ini aku belum juga tahu tentang perasaannya terhadapku, aku sulit membaca sikap dan ucapannya terhadapku, aku pikir sikap dan ucapannya terhadapku sama saja dengan teman-temanku. Lalu bagaimana pula aku bisa mengetahui perasaannya yang sesungguhnya kepadaku, jalan lain untuk mengetahui perasaannya terhadapku adalah dengan memperkenalkannya kepada orang tuaku, aku rasa dengan cara ini aku bisa mengatahui perasaannya terhadapku. Jika memang ia mempunyai rasa yang sama denganku, pasti ia akan menerima ajakanku ini. Lagi pula orangtuaku pasti sangat senang jika mereka tahu aku mempunyai teman dekat seperti dia.
Dan ternyata setelah aku mengajaknya untuk ku perkenalkan dengan keluargaku dia malah menolaknya. Sejak dari situ aku merasa bahwa perasaanku ini hanya bertepuk sebelah tangan, sebenarnya perasaan ini kebenarannya masih di ragukan tapi dari cara dia menolak ajakanku, sepertinya dia sama sekali tidak mempunyai rasa yang sama denganku.
       Sebagai manusia aku tidak boleh berbuat gegabah dan berlaku egois seperti apa yang pernah alya katakan kepadaku “ berpikirlah sebelum bertindak, dan janganlah biarkan setan menunggangi hati kamu sebab kemarahan yang sedang engkau rasa”. Jika hati ini sedang panas apabila mendengar ucapannya pasti dengan segara akan reda sebab ucapannya yang santun dapat menyejukkan setiap pendengarnya.
     Disaat aku sedang berjalan-jalan dengan teman-temanku, tiba-tiba saja aku melihat alya bersama dengan seorang lelaki. Awalnya aku berpikir bahwa ini hanyalah halusinasiku saja, tapi teman-temanku membenarkanku mereka juga melihat hal yang sama seperti aku. Lalu aku pun mengejar alya, dan ternyata itu memanglah alya tapi yang mengejutkan  adalah dia sedang bersama abangku. Ada apa diantara mereka?
Tanpa basa-basi aku pun langsung bertanya kepada abangku, “sedang apa abang bersama alya”                 mendengar pertanyaanku sepertinya mereka berdua sangat terkejut, lalu aku pun mencoba untuk mengulangi pertanyaanku dan akhirnya abangku menjawab, “ kami sedang jalan!memang kenapa?”
‘’ kalian pacaran?” tanyaku
Alya pun mencoba menghindar dari pertanyaanku dengan bertanya balik “ kalian saling kenal?”
‘’ iya.. ini adik aku!” kata bang razi
Sepertinya ada yang tidak beres, aku pun mencoba untuk mengingatkan alya bahwa
“ ciri-ciri orang munafik ada 3 dan salah satunya adalah jika berkata ia berdusta!”
Lalu dengan spontan alya menjawab “ iya abang kamu adalah kekasih aku!”, wajah abangku memerah setelah mendengar pengakuan dari alya. Sebenarnya hatiku luka mendengar hal itu, tapi aku gak boleh membawa emosiku, aku coba untuk rileks dan bertanya lagi
“ lantas, apa arti semua ini?”
‘’ sebenarnya aku hanya berniat untuk merubah kamu baim… aku gak ada niat apa-apa, dan ini juga diminta oleh razi abang kamu. Dan aku gak punya maksud apa-apa… ini semua aku lakukan demi kebaikan kamu”
‘’ kamu sudah mempermainkan perasaanku, kamu sudah menyelipkan kebaikan disamping kebohongan, kenapa tidak kamu katakan dari awal bahwa kamu adalah kekasih abangku?”
‘’ untuk apa aku harus mengatakan hal itu kepada kamu, kalau dari awal aku katakan hal itu kepada kamu pasti kamu tidak akan pernah menerima aku sebab aku hanyalah utusan dari abangmu”
‘’ sudah berhentilah mengelak, intinya saat ini adalah kamu sudah menghancurkan harapan aku dan kamu bang… kamu sudah mempermainkan hidupku dan perasaanku. Ternyata kamu dan abangku sama saja…” kataku dengan begitu emosi
‘’ aku harap kamu bisa mengerti, semua ini ku lakukan demi kebaikan kamu dan tidak ada sedikitpun niat kami untuk menyakitimu. Yang kami inginkan hanyalah bahwa jika kamu mau berubah dan meninggalkan semua kebiasaan burukmu”
‘’ mungkin saat ini kamu tidak akan bisa mengerti itu, tapi abang harap kamu tidak kembali lagi kepada tabiat burukmu. Abang mengerti perasaanmu, abang juga bisa merasakan apa yang sedang kamu rasakan saat ini tapi abang mohon agar kamu jangan marah kepada Alya, karena ini semua abanglah yang bertanggung jawab.” Kata Abangku seraya memelukku dengan tanda kasih sayangnya terhadapku

Pelukannya itu telah membuat hatiku luluh, awalnya memang aku begitu marah dan sakit hati kepadanya tapi aku coba mengerti dan kini ku memahami “ tidak ada yang terindah di muka bumi ini kecuali kebersamaan dan cinta kasih”
Perlahan seiring berlalunya waktu aku pun mencoba untuk tidak memandang sebelah mata dalam situasi ini ku coba memahaminya walaupun masih terasa sakit di hati.
Biarpun kenyataan pahit itu harus aku terima aku tetap tegar dan aku gak akan pernah kembali ke masa laluku yang kelam itu. Meskipun alya sudah memilih abangku sebagai kekasih hatinya. Mungkin Allah sudah menyiapkan cerita indah dibalik semua ini, untuk itu aku harus tetap tegar, mungkin saja ini adalah cobaan dari awal bangkitnya baim yang baru. Baim  yang lebih baik dari hari kemarin_____________________

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Pembaca