Sikap dan sifatku seringkali menyakiti dan
merugikan orang lain, kebiasaan burukku yang suka marah-marah dan keluyuran
membuat orangtua dan saudara-saudara ku membenciku. Aku selalu mengabaikan
nasehat mereka, aku juga sering melawan ibu dan ayahku. Bagiku temanku it`s
number one, kemanapun aku pergi selalu
bersama mereka. Keluargaku terutama abangku seringkali memarahiku, hanya karena
aku bergaul dengan mereka. Mau bagaimana lagi, ini bukanlah sepenuhnya salahku,
ini semua disebabkan karena keluarga yang gak pernah meluangkan waktunya
kepadaku. Untuk bertatap muka secara langsung saja itu sangat jarang sekali,
mereka sibuk dengan kegiatan mereka sendiri hingga mereka harus mengorbankan
aku. Dan sekarang giliran aku berteman dengan mereka, aku selalu dimarahi dan
dilarang. Aku sendiri tidak tahu bagaimana jika aku tidak mengenal mereka,
dengan keadaanku seperti ini. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku,
mereka hanya mahir dalam menasehati tapi mereka gak akan pernah mengerti apa
arti kekeluargaan yang sebenarnya.
Semakin
keluargaku melarang, semakin aku tidak perduli dengan omongan mereka. Karena
menurutku mereka hanya bisa berbicara dan sedikitpun mereka tidak pernah peka terhadap keadaanku. Mereka juga
tidak pernah berpikir kenapa aku bisa
menjadi seperti ini!
Tapi semenjak alya masuk kedalam hidupku, aku merasa hidupku semakin berwarna. Apalagi kini sikap burukku semakin berkurang setelah aku mengenal alya. Ia selalu mengingatkan aku dan teman-temanku dan bukan hanya itu, ia juga mampu menaklukkan hati teman-temanku. Bagaimana tidak, kata-katanya yang lembut dan santun serta bijaksana membuat aku dan teman-temanku tidak berani membantah ataupun meragukan kebenaran atas ucapannya itu. Dialah satu-satunya wanita yang dapat menggugah hatiku, kata-katanya yang santun dan penuh makna itulah yang membuat hatiku luluh hingga aku harus merasakan jatuh cinta untuk yang pertama kalinya. Dari sekian kata-katanya yang menggugah hatiku, salah satu kata-katanya yang menyadarkan aku adalah “ lakukan yang terbaik buat dirimu, jangan sia-siakan hidupmu karena hidup hanya sekali dan waktu tidak akan pernah kembali” .Tapi biarpun aku jatuh cinta kepadanya, aku gak ingin bila antara aku dan dia nantinya ada yang terluka. Sebelum aku tahu benar tentang perasaan dia, aku gak akan mengatakan perasaanku kepadanya.
Tapi semenjak alya masuk kedalam hidupku, aku merasa hidupku semakin berwarna. Apalagi kini sikap burukku semakin berkurang setelah aku mengenal alya. Ia selalu mengingatkan aku dan teman-temanku dan bukan hanya itu, ia juga mampu menaklukkan hati teman-temanku. Bagaimana tidak, kata-katanya yang lembut dan santun serta bijaksana membuat aku dan teman-temanku tidak berani membantah ataupun meragukan kebenaran atas ucapannya itu. Dialah satu-satunya wanita yang dapat menggugah hatiku, kata-katanya yang santun dan penuh makna itulah yang membuat hatiku luluh hingga aku harus merasakan jatuh cinta untuk yang pertama kalinya. Dari sekian kata-katanya yang menggugah hatiku, salah satu kata-katanya yang menyadarkan aku adalah “ lakukan yang terbaik buat dirimu, jangan sia-siakan hidupmu karena hidup hanya sekali dan waktu tidak akan pernah kembali” .Tapi biarpun aku jatuh cinta kepadanya, aku gak ingin bila antara aku dan dia nantinya ada yang terluka. Sebelum aku tahu benar tentang perasaan dia, aku gak akan mengatakan perasaanku kepadanya.
Wajahnya
yang rupawan dan kata-katanya yang santun sangat menentramkan hatiku, jika aku
ditugaskan untuk melukiskan tentang dirinya, pasti itu adalah pekerjaan yang
sangat berat. Karena semua yang ada padanya, tidak akan bisa di lukiskan sebab
kebesaran Allah dalam menciptakannya hampir sempurna, meskipun manusia
dikatakan tidak ada yang sempurna tapi sampai saat ini aku belum menemui celah
ketidaksempurnaan dari dirinya.
Sampai
saat ini aku belum juga tahu tentang perasaannya terhadapku, aku sulit membaca
sikap dan ucapannya terhadapku, aku pikir sikap dan ucapannya terhadapku sama
saja dengan teman-temanku. Lalu bagaimana pula aku bisa mengetahui perasaannya
yang sesungguhnya kepadaku, jalan lain untuk mengetahui perasaannya terhadapku
adalah dengan memperkenalkannya kepada orang tuaku, aku rasa dengan cara ini
aku bisa mengatahui perasaannya terhadapku. Jika memang ia mempunyai rasa yang
sama denganku, pasti ia akan menerima ajakanku ini. Lagi pula orangtuaku pasti
sangat senang jika mereka tahu aku mempunyai teman dekat seperti dia.
Dan
ternyata setelah aku mengajaknya untuk ku perkenalkan dengan keluargaku dia
malah menolaknya. Sejak dari situ aku merasa bahwa perasaanku ini hanya
bertepuk sebelah tangan, sebenarnya perasaan ini kebenarannya masih di ragukan
tapi dari cara dia menolak ajakanku, sepertinya dia sama sekali tidak mempunyai
rasa yang sama denganku.
Sebagai
manusia aku tidak boleh berbuat gegabah dan berlaku egois seperti apa yang
pernah alya katakan kepadaku “ berpikirlah sebelum bertindak, dan janganlah
biarkan setan menunggangi hati kamu sebab kemarahan yang sedang engkau rasa”.
Jika hati ini sedang panas apabila mendengar ucapannya pasti dengan segara akan
reda sebab ucapannya yang santun dapat menyejukkan setiap pendengarnya.
Disaat
aku sedang berjalan-jalan dengan teman-temanku, tiba-tiba saja aku melihat alya
bersama dengan seorang lelaki. Awalnya aku berpikir bahwa ini hanyalah
halusinasiku saja, tapi teman-temanku membenarkanku mereka juga melihat hal
yang sama seperti aku. Lalu aku pun mengejar alya, dan ternyata itu memanglah
alya tapi yang mengejutkan adalah dia
sedang bersama abangku. Ada
apa diantara mereka?
Tanpa
basa-basi aku pun langsung bertanya kepada abangku, “sedang apa abang bersama
alya” mendengar
pertanyaanku sepertinya mereka berdua sangat terkejut, lalu aku pun mencoba
untuk mengulangi pertanyaanku dan akhirnya abangku menjawab, “ kami sedang
jalan!memang kenapa?”
‘’
kalian pacaran?” tanyaku
Alya
pun mencoba menghindar dari pertanyaanku dengan bertanya balik “ kalian saling
kenal?”
‘’
iya.. ini adik aku!” kata bang razi
Sepertinya
ada yang tidak beres, aku pun mencoba untuk mengingatkan alya bahwa
“
ciri-ciri orang munafik ada 3 dan salah satunya adalah jika berkata ia
berdusta!”
Lalu
dengan spontan alya menjawab “ iya abang kamu adalah kekasih aku!”, wajah
abangku memerah setelah mendengar pengakuan dari alya. Sebenarnya hatiku luka
mendengar hal itu, tapi aku gak boleh membawa emosiku, aku coba untuk rileks
dan bertanya lagi
“
lantas, apa arti semua ini?”
‘’
sebenarnya aku hanya berniat untuk merubah kamu baim… aku gak ada niat apa-apa,
dan ini juga diminta oleh razi abang kamu. Dan aku gak punya maksud apa-apa…
ini semua aku lakukan demi kebaikan kamu”
‘’
kamu sudah mempermainkan perasaanku, kamu sudah menyelipkan kebaikan disamping
kebohongan, kenapa tidak kamu katakan dari awal bahwa kamu adalah kekasih
abangku?”
‘’
untuk apa aku harus mengatakan hal itu kepada kamu, kalau dari awal aku katakan
hal itu kepada kamu pasti kamu tidak akan pernah menerima aku sebab aku
hanyalah utusan dari abangmu”
‘’
sudah berhentilah mengelak, intinya saat ini adalah kamu sudah menghancurkan
harapan aku dan kamu bang… kamu sudah mempermainkan hidupku dan perasaanku.
Ternyata kamu dan abangku sama saja…” kataku dengan begitu emosi
‘’
aku harap kamu bisa mengerti, semua ini ku lakukan demi kebaikan kamu dan tidak
ada sedikitpun niat kami untuk menyakitimu. Yang kami inginkan hanyalah bahwa
jika kamu mau berubah dan meninggalkan semua kebiasaan burukmu”
‘’
mungkin saat ini kamu tidak akan bisa mengerti itu, tapi abang harap kamu tidak
kembali lagi kepada tabiat burukmu. Abang mengerti perasaanmu, abang juga bisa
merasakan apa yang sedang kamu rasakan saat ini tapi abang mohon agar kamu
jangan marah kepada Alya, karena ini semua abanglah yang bertanggung jawab.”
Kata Abangku seraya memelukku dengan tanda kasih sayangnya terhadapku
Pelukannya
itu telah membuat hatiku luluh, awalnya memang aku begitu marah dan sakit hati
kepadanya tapi aku coba mengerti dan kini ku memahami “ tidak ada yang terindah
di muka bumi ini kecuali kebersamaan dan cinta kasih”
Perlahan
seiring berlalunya waktu aku pun mencoba untuk tidak memandang sebelah mata
dalam situasi ini ku coba memahaminya walaupun masih terasa sakit di hati.
Biarpun
kenyataan pahit itu harus aku terima aku tetap tegar dan aku gak akan pernah
kembali ke masa laluku yang kelam itu. Meskipun alya sudah memilih abangku
sebagai kekasih hatinya. Mungkin Allah sudah
menyiapkan cerita indah dibalik semua ini, untuk itu aku harus tetap tegar,
mungkin saja ini adalah cobaan dari awal bangkitnya baim yang baru. Baim yang lebih baik dari hari kemarin_____________________

Tidak ada komentar:
Posting Komentar