Pages

Kamis, 30 Mei 2013

Puisi : Kembalilah


KEMBALILAH

Bila irama selalu mengelilingimu
Dan lantunan lagu mengringi hidup mu
Maka berikanlah aku sebuah lagu
Yang menceritakan tentang hidupmu dan hidupku

Jika aku bisa memetik dawai
Kan ku ciptakan sebuah kisah
Kisah yang menceritakan sebuah nilai
Nilai dari sebuah kisah yang terpisah

Sebuah pagar membatasi kita
Dan tembok memisahkan kita
Kisah kita abadi dalam sebuah cerita
Cerita yang akan selalu abadi selamanya

Jika bertanya pada diri sendiri
Tak yakin kau akan kembali
Hanya waktulah yang dapat menjawab
Tak perduli lama ataupun sekejab

Karena dengan melihatmu saja
Hatiku sudah terobati
Tunggu sampai dimana penantiannya
Dan waktu akan menjadi saksi

Cerpen : Aku Ikhlas Melepasmu


Aku Ikhlas melepasmu



 Sikap dan sifatku seringkali menyakiti dan merugikan orang lain, kebiasaan burukku yang suka marah-marah dan keluyuran membuat orangtua dan saudara-saudara ku membenciku. Aku selalu mengabaikan nasehat mereka, aku juga sering melawan ibu dan ayahku. Bagiku temanku it`s number one,  kemanapun aku pergi selalu bersama mereka. Keluargaku terutama abangku seringkali memarahiku, hanya karena aku bergaul dengan mereka. Mau bagaimana lagi, ini bukanlah sepenuhnya salahku, ini semua disebabkan karena keluarga yang gak pernah meluangkan waktunya kepadaku. Untuk bertatap muka secara langsung saja itu sangat jarang sekali, mereka sibuk dengan kegiatan mereka sendiri hingga mereka harus mengorbankan aku. Dan sekarang giliran aku berteman dengan mereka, aku selalu dimarahi dan dilarang. Aku sendiri tidak tahu bagaimana jika aku tidak mengenal mereka, dengan keadaanku seperti ini. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku, mereka hanya mahir dalam menasehati tapi mereka gak akan pernah mengerti apa arti kekeluargaan yang sebenarnya.
Semakin keluargaku melarang, semakin aku tidak perduli dengan omongan mereka. Karena menurutku mereka hanya bisa berbicara dan sedikitpun mereka tidak  pernah peka terhadap keadaanku. Mereka juga tidak  pernah berpikir kenapa aku bisa menjadi seperti ini!                                
       Tapi semenjak alya masuk kedalam hidupku, aku merasa hidupku semakin berwarna. Apalagi kini sikap burukku semakin berkurang setelah aku mengenal alya. Ia selalu mengingatkan aku dan teman-temanku dan bukan hanya itu, ia juga mampu menaklukkan hati teman-temanku. Bagaimana tidak, kata-katanya yang lembut dan santun serta bijaksana membuat  aku dan teman-temanku tidak berani membantah ataupun meragukan kebenaran atas ucapannya itu. Dialah  satu-satunya  wanita yang dapat menggugah hatiku, kata-katanya yang santun dan penuh makna itulah yang membuat hatiku luluh hingga aku harus merasakan jatuh cinta untuk yang pertama kalinya. Dari sekian kata-katanya yang menggugah hatiku, salah satu kata-katanya yang menyadarkan aku adalah “ lakukan yang terbaik buat dirimu, jangan sia-siakan hidupmu karena hidup hanya sekali dan waktu tidak akan pernah kembali” .Tapi biarpun aku jatuh cinta kepadanya, aku gak ingin bila antara aku dan dia nantinya ada yang terluka. Sebelum aku tahu benar tentang perasaan dia, aku gak akan mengatakan perasaanku kepadanya.
Wajahnya yang rupawan dan kata-katanya yang santun sangat menentramkan hatiku, jika aku ditugaskan untuk melukiskan tentang dirinya, pasti itu adalah pekerjaan yang sangat berat. Karena semua yang ada padanya, tidak akan bisa di lukiskan sebab kebesaran Allah dalam menciptakannya hampir sempurna, meskipun manusia dikatakan tidak ada yang sempurna tapi sampai saat ini aku belum menemui celah ketidaksempurnaan dari dirinya.
Sampai saat ini aku belum juga tahu tentang perasaannya terhadapku, aku sulit membaca sikap dan ucapannya terhadapku, aku pikir sikap dan ucapannya terhadapku sama saja dengan teman-temanku. Lalu bagaimana pula aku bisa mengetahui perasaannya yang sesungguhnya kepadaku, jalan lain untuk mengetahui perasaannya terhadapku adalah dengan memperkenalkannya kepada orang tuaku, aku rasa dengan cara ini aku bisa mengatahui perasaannya terhadapku. Jika memang ia mempunyai rasa yang sama denganku, pasti ia akan menerima ajakanku ini. Lagi pula orangtuaku pasti sangat senang jika mereka tahu aku mempunyai teman dekat seperti dia.
Dan ternyata setelah aku mengajaknya untuk ku perkenalkan dengan keluargaku dia malah menolaknya. Sejak dari situ aku merasa bahwa perasaanku ini hanya bertepuk sebelah tangan, sebenarnya perasaan ini kebenarannya masih di ragukan tapi dari cara dia menolak ajakanku, sepertinya dia sama sekali tidak mempunyai rasa yang sama denganku.
       Sebagai manusia aku tidak boleh berbuat gegabah dan berlaku egois seperti apa yang pernah alya katakan kepadaku “ berpikirlah sebelum bertindak, dan janganlah biarkan setan menunggangi hati kamu sebab kemarahan yang sedang engkau rasa”. Jika hati ini sedang panas apabila mendengar ucapannya pasti dengan segara akan reda sebab ucapannya yang santun dapat menyejukkan setiap pendengarnya.
     Disaat aku sedang berjalan-jalan dengan teman-temanku, tiba-tiba saja aku melihat alya bersama dengan seorang lelaki. Awalnya aku berpikir bahwa ini hanyalah halusinasiku saja, tapi teman-temanku membenarkanku mereka juga melihat hal yang sama seperti aku. Lalu aku pun mengejar alya, dan ternyata itu memanglah alya tapi yang mengejutkan  adalah dia sedang bersama abangku. Ada apa diantara mereka?
Tanpa basa-basi aku pun langsung bertanya kepada abangku, “sedang apa abang bersama alya”                 mendengar pertanyaanku sepertinya mereka berdua sangat terkejut, lalu aku pun mencoba untuk mengulangi pertanyaanku dan akhirnya abangku menjawab, “ kami sedang jalan!memang kenapa?”
‘’ kalian pacaran?” tanyaku
Alya pun mencoba menghindar dari pertanyaanku dengan bertanya balik “ kalian saling kenal?”
‘’ iya.. ini adik aku!” kata bang razi
Sepertinya ada yang tidak beres, aku pun mencoba untuk mengingatkan alya bahwa
“ ciri-ciri orang munafik ada 3 dan salah satunya adalah jika berkata ia berdusta!”
Lalu dengan spontan alya menjawab “ iya abang kamu adalah kekasih aku!”, wajah abangku memerah setelah mendengar pengakuan dari alya. Sebenarnya hatiku luka mendengar hal itu, tapi aku gak boleh membawa emosiku, aku coba untuk rileks dan bertanya lagi
“ lantas, apa arti semua ini?”
‘’ sebenarnya aku hanya berniat untuk merubah kamu baim… aku gak ada niat apa-apa, dan ini juga diminta oleh razi abang kamu. Dan aku gak punya maksud apa-apa… ini semua aku lakukan demi kebaikan kamu”
‘’ kamu sudah mempermainkan perasaanku, kamu sudah menyelipkan kebaikan disamping kebohongan, kenapa tidak kamu katakan dari awal bahwa kamu adalah kekasih abangku?”
‘’ untuk apa aku harus mengatakan hal itu kepada kamu, kalau dari awal aku katakan hal itu kepada kamu pasti kamu tidak akan pernah menerima aku sebab aku hanyalah utusan dari abangmu”
‘’ sudah berhentilah mengelak, intinya saat ini adalah kamu sudah menghancurkan harapan aku dan kamu bang… kamu sudah mempermainkan hidupku dan perasaanku. Ternyata kamu dan abangku sama saja…” kataku dengan begitu emosi
‘’ aku harap kamu bisa mengerti, semua ini ku lakukan demi kebaikan kamu dan tidak ada sedikitpun niat kami untuk menyakitimu. Yang kami inginkan hanyalah bahwa jika kamu mau berubah dan meninggalkan semua kebiasaan burukmu”
‘’ mungkin saat ini kamu tidak akan bisa mengerti itu, tapi abang harap kamu tidak kembali lagi kepada tabiat burukmu. Abang mengerti perasaanmu, abang juga bisa merasakan apa yang sedang kamu rasakan saat ini tapi abang mohon agar kamu jangan marah kepada Alya, karena ini semua abanglah yang bertanggung jawab.” Kata Abangku seraya memelukku dengan tanda kasih sayangnya terhadapku

Pelukannya itu telah membuat hatiku luluh, awalnya memang aku begitu marah dan sakit hati kepadanya tapi aku coba mengerti dan kini ku memahami “ tidak ada yang terindah di muka bumi ini kecuali kebersamaan dan cinta kasih”
Perlahan seiring berlalunya waktu aku pun mencoba untuk tidak memandang sebelah mata dalam situasi ini ku coba memahaminya walaupun masih terasa sakit di hati.
Biarpun kenyataan pahit itu harus aku terima aku tetap tegar dan aku gak akan pernah kembali ke masa laluku yang kelam itu. Meskipun alya sudah memilih abangku sebagai kekasih hatinya. Mungkin Allah sudah menyiapkan cerita indah dibalik semua ini, untuk itu aku harus tetap tegar, mungkin saja ini adalah cobaan dari awal bangkitnya baim yang baru. Baim  yang lebih baik dari hari kemarin_____________________

Cerpen : Cowok Cool Falling in Love


COWOK COOL falling in love


Aku renaldy seorang mahasiswa yang terkenal cool dan tidak banyak bicara, aku biasa dipanggil aldy. Aku sendiri gak tahu kenapa mereka semua mengatakan aku cool. Padahal aku rasa sikap dan penampilanku biasa-biasa saja. Tapi, ya sudahlah hal semacam itu gak perlu di bahas panjang lebar, yang jelas sikap dan penampilan aku sama sekali tidak menyakiti ataupun membuat mereka rugi. Karena kenyataannya pembawaan diriku memanglah seperti ini, jadi terserah mereka saja mau memberikanku tittle cowok cool, aku sih fun ajaa selama itu masih dalam batas kewajaran.
Pagi ini aku harus cepat pergi ke kampus sebab pagi ini aku ada jam mata kuliahnya pak rinto, pak rinto itu guru paling killer di kampus aku dan dia paling tidak suka dengan mahasiswa ataupun mahasiswi yang tidak tepat waktu dan dia adalah dosen yang memprioritaskan kedisiplinan. Pokoknya pagi ini aku tidak boleh terlambat, karena aku tidak ingin dosen favourite ku itu kecewa denganku.
Tapi, pagi itu tidak semulus yang ku bayangkan. Di tengah jalan ketika sebentar lagi aku hampir sampai ke kampus tiba-tiba saja sebuah mobil melaju kencang yang hendak menyalip kendaraanku menabrak seorang bapak yang sedang menaiki sepeda. Dan anehnya lagi, mobil yang menabrak bapak itu lari. Ya.. sebagai manusia yang punya naluri, aku harus membantu bapak itu dengan membawanya ke klinik terdekat biarpun saat ini aku harus dikejar deadline.
Lima belas menit aku sudah kehilangan waktuku, bisa-bisa pak rinto marah besar kepadaku. Pokoknya secepatnya aku harus sampai ke kampus. Dan setelah aku sampai ke kampus, ternyata kelas kami kedatangan mahasiswi baru. Bagaimana bisa aku masuk, rasanya tidak sopan jika aku masuk saja apalagi sedang ada mahasiswi baru yang sedang memperkenalkan dirinya. Hem.. aku tunggu aja deh!
Setelah aku tunggu sampai mahasiswi baru itu selesai memperkenalkan dirinya, aku pun baru masuk ke kelas. Huh… seperti yang ku bayangkan, pak rinto memarahiku, tapi aku hanya bisa diam dan meminta maaf kepada pak rinto dan pak rinto bertanya penyebab keterlambatan aku yang tidak biasa itu. Dan aku pun menjawab “ di tengah jalan tadi ada yang korban tabrak lari pak… jadi saya membantu korban tabrak lari itu dan membawanya ke klinik terdekat”
Dan tiba-tiba saja mahasiswi baru itu membenarkan ucapanku “ iya pak.. tadi saya melihat ada tabrakan di perempat jalan dekat kampus ini pak.. dan saya juga lihat dia sedang membantu korban tabrak lari itu pak..”
 hingga akhirnya pak rinto pun mengizinkanku masuk dan tidak menghukumku, hal seperti inilah yang tidak aku inginkan. Mau gak mau aku sudah berhutang budi kepada mahasiswi baru itu, tapi ya sudahlah aku bersyukur saja akhirnya pak rinto tidak menghukumku.
Saat istirahat rio teman dekatku bilang “ lo kok gak bilang terimakasih sih al… sama tu cewek?”
Aku pun menjawab “ untuk apa aku berterimakasih ke dia? Yang terjadi itu memang benar kok!”
‘’ iyaa tapi kalau dia gak ngebantuin lo tadi, pasti lo udah di hukum sama pak rinto!”
Memang benar apa kata rio bahwa aku harus berterimakasih kepada mahasiswi baru itu, tapi.. aku gak punya keberanian untuk berterimakasih kepadanya, jujur aja aku gengsi untuk lakuin itu. Tapi, kalau aku gak berterimakasih ke dia dimana hati nurani aku.
Lalu aku pun menemui mahasiswi baru “ hei… terimakasih ya”
‘’ namaku Dini, dan sama-sama udah kewajiban!”
‘’ tapi… jujur aja aku gak suka di bela seperti tadi, jadi.. ya seperti sekarang ini deh. Mau gak mau aku harus membalas budi kamu!”
‘’ kamu gak perlu membalasnya, dan aku pun gak butuh sesuatu dari orang yang hanya berniat membalas budinya kepadaku. Jadii.. ya gak perlu pusing memikirkan balas budi, karena aku gak butuh balas budi dan yang aku bilang tadi kan memang benar adanya, jadi buat apa harus balas budi”
Perkataan cewek tadi sangat mengganggu pikiranku, sepertinya kata-kata dia tadi sangat dalam artinya. Memang aku salah berkata? Tapi ya sudahlah, dia adalah dia dan aku adalah aku.
Keesokan harinya, ketika aku sedang berjalan-jalan sendiri di malam hari. Tiba-tiba saja seorang pengamen di kejar-kejar orang banyak, karena pengamen itu tidak membayar makanan yang sudah di makannya. Karena merasa kasihan, aku pun menolongnya dan membayari makanan yang telah di makannya. Dan anehnya lagi, Dini mahasiswi baru itu menghampiri aku “ wah.. gak nyangka ternyata kamu baik juga ya”
Sepertinya dunia ini begitu sempit, sampai-sampai aku harus bertemu dia lagi rasanya dunia ini selebar daun kelor. Dan pujiannya itu sangat tidak enak di telingaku, “aku gak suka di puji seperti itu dan ini adalah kewajiban aku sebagai manusia, menolong yang lemah”
‘’ ow.. okey, terserah kamu deh! Aku jalan dulu ya!”
Huh… cewek aneh plus cewek kayak hantu, di kampus jumpa di sini juga jumpa. Tapi, ya sudahlah  gak perlu di bahas. Sesampainya aku di rumah, aku masih saja memikirkan Dini. Entah kenapa, hal itu bisa terjadi padaku.
Pagi ini, karena tidak ada jam kuliah aku pun memutuskan untuk pergi ke toko buku, aku rasa lebih baik aku nongkrong di toko buku dari pada harus keluyuran. Sampai di sana, ketika aku lihat-lihat buku tiba-tiba saja aku bertemu dengan Dini. Aduh… kenapa sih ini, lagi-lagi aku harus bertemu dengan Dini. Dia pun menyapaku, dan aku hanya tersenyum.
Ketika Dini membayar bukunya di kasir, ternyata uangn tunainya tidak ada dan yang ada Cuma kartu kredit. Tapi untuk hari ini, membayar buku tidak bisa dengan kartu kredit,enggak tahu kenapa alasannya tapi yang jelas sependengaran aku begitu. yah.. lagi-lagi karena kasihan aku pun membantunya dengan membayar uang buku yang telah diambilnya itu. Tapi, dia malah menolak dan mengatakan bahwa dia gak mau berhutang budi. Ya, Karena dia gak mau aku pun gak jadi membayar bukunya itu,  aku pun selangkah untuk pergi, tapi tiba-tiba saja dia memanggilku. Dan mengatakan bahwa dia mau menerima bantuanku dengan syarat ia pasti akan mengganti atau membalas budi kepada ku.
Dasar cewek aneh, sukanya ikut-ikutan dibantu gak mau tapi akhirnya mau juga. Lalu Dini pun mengajakku ke restorannya sendiri dengan maksud berterimakasih kepadaku. Tapi, aku menolaknya dan dia berkata “ pemberian itu tidak boleh di tolak, apalagi dengan maksud berterimakasih!”
“kata-kata dia ada benarnya juga, dan gak salah kalau aku menerima ajakannya” gumamku dalam hati
Sampai disana, dia menyuguhkanku menu utama di restorannya itu. Dan disana ia banyak bertanya kepadaku tentang sikapku kepadanya. Lalu aku menjawab “ memang aku lakuin itu Cuma sama kamu?”
‘’ terus?” Tanya Dini  “ kamu tuh GR banget ya, sikap aku memang seperti ini!”
‘’oow begitu!”
Selama makan siang, dia banyak bercerita dan banyak bercanda kepadaku. Dia juga berusaha mengajakku untuk tertawa bersama dengan candaan-candaan konyol, dan dia juga gak seperti yang aku pikirkan selama ini.
Sejak makan siang itu, hubungan kami berlanjut. Kami sering telpon-telponan, dan kalau pulang kuliah kami juga sering nongkrong di café. Semua orang yang ada di café itu heran melihat kedekatan antara aku dan Dini. Dan Dini juga sering mengadu kepadaku bahwa mahasiswi yang ada di kelas mereka maupun tidak sekelas bertanya tentang hubungan kita berdua, dan mereka juga bertanya kenapa Dini bisa dekat dengan ku. Aku pun tertawa, dan Dini bertanya lagi
 “ memang apa arti kedekatan kita ini al?” Tanya Dini
Aku pun kembali bertanya “ mau kamu apa”
‘’ mau aku sama seperti mau kamu”   
“ memang kamu tahu maunya aku apa?”
‘’ emang apa?”
‘’ aku mau kamu jadi seseorang yang berarti di hati ku, memang kamu juga mau itu?”
‘’ iya trus..?” Tanya Dini
‘’ trus… kamu mau jadi pacarku”
‘’ ehm… sebenernya”
‘’sebenarnya apa?’’
‘’ sebenernya aku juga mau jadi pacar kamu”

Oh my God… thank you so much, akhirnya aku di terima menjadi pacarnya. Sungguh kedatangan Dini di dalam hidupku sangatlah membawa dampak perubahan bagi hidupku, seakan hidupku menjadi lebih berwarna. Mungkin dengan aku berpacaran julukan cowok cool itu akan hilang seiring berjalannya waktu, karena semenjak kedatangan Dini. Hidupku tidak kaku lagi seperti yang lalu-lalu _______

Total Pembaca